MAKALAH TENTANG KENAKALAN REMAJA
LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan, para remaja sering kali diselingi hal-hal yg
negatif dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan sekitar, baik lingkungan
sekolah, maupun lingkungan di rumah. Hal-hal tersebut dapat berbentuk positif
hingga negatif yang sering kita sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja
merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hukum maupun norma
sosial.
Kenakalan remaja secara nyata tidak hanya terjadi di kota-kota
besar saja namun juga telah melanda daerah pedesaan. Hal ini disebabkan karena
adanya kekosongan jiwa para remaja yang masih membutuhkan bimbingan dan kasih
sayang orang tuanya. Kekosongan jiwa dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka
yang berasal dari keluarga mampu atau kurang mampu. Keluarga mampu, biasanya
disebabkan karena kesibukan orang tuanya, sedangkan keluarga yang kurang mampu,
biasanya lebih disebabkan karena masalah ekonomi. Perilaku yang terkait dengan
kenakalan remaja antara lain pencurian, pencopetan, penganiayaan,
penyalahgunaan obat-obat terlarang, pornografi, tawuran, dsb.
II. PERUMUSAN MASALAH
Dalam penulisan makalah ini, ada beberapa masalah yang akan
dijawab antara lain :
1. Apa sesungguhnya masalah yang sedang
terjadi?
2. Apa yang menyebabkan terjadinya
masalah tersebut?
3. Bagaimana cara memecahkan masalah
tersebut?
4. Apa untung ruginya tiap cara
tersebut?
5. Manakah cara yang paling baik untuk
dilaksanakan?
6. Bagaimanakah cara pelaksanaannya?
III. PEMBAHASAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kenakalan adalah
tingkah laku yang agak menyimpang dari norma yang berlaku di suatu masyarakat.
Sedangkan remaja adalah proses pendewasaan menuju sesuatu yang lebih matang.
Jadi dapat disimpulkan, kenakalan remaja adalah perbuatan pelanggaran
norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial. Sedangkan pengertian
kenakalan remaja menurut Paul Moedikdo S.H, kenakalan remaja adalah semua
perbuatan dari orang dewasa yang merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak
dan semua yang dilarang oleh hukum pidana. Contoh kenakalan remaja yang sering
kita jumpai yaitu narkoba, kekerasan, demonstration effect, dan merokok.
a. Narkoba
Narkoba atau Napza adalah singkatan dari Narkotika
Obat dan Bahan Berbahaya yang artinya adalah sekelompok
obat, bahan atau zat yang bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup,
ditelan atau disuntikan dapat berpengaruh pada kerja otak (susunan saraf
pusat), sering menyebabkan ketergantungan dan overdosis. Akibatnya kerja otak
berubah (meingkat atau menurun). Demikian pula fungsi vital organ tubuh lain
(jantung, peredaran darah, pernapasan, dll). Narkoba yang sering disalahgunakan
dan menyebabkan ketergantungan antara lain : heroin (putauw), sabu
(metamfetamin), ekstasi, obat penenang dan obat tidur, ganja dan kokain.
Berdasarkan pada jenis narkoba yang digunakan dan cara
penggunaannya, narkoba akan menimbulkan dampak yaitu terjadi berbagai penyakit
seperti infeksi HIV/AIDS, hepatitis C atau B, pengerasan hati, radang jantung ,
sakit ulu hati, depresi dan psikosis.
Alasan seseorang memakai narkoba yaitu :
1. Anticipatory beliefs yaitu anggapan
bahwa jika memakai narkoba, orang akan meilai dirinya hebat, dewasa, mengikuti
mode, dsb.
2. Relieving beliefs yaitu keyakinan
bahwa narkoba dapat digunakan untuk mengatasi ketegangan, cemas, dan depresi
akibat stressor psikososial.
3. Facilitative atau permissive beliefs
yaitu keyakinan bahwa penggunaan narkoba merupakan gaya hidup atau kebiasaan
karena pengaruh zaman atau perubahan nilai sehingga dapat diterima.
Penyebab-penyebab
seseorang rawan terhadap narkotika nantara lain :
1. Keyakinan Adiktif, yaitu keyakinan
tentang diri sendiri.
2. Kepribadian Adiktif, yaitu kurangnya
jati diri, hidup tanpa makna dan tujuan, tidak mampu mengendalikan kemarahan,
depresi (murung dan sedih) yang tersembunyi, perasaan beku, suka meyalahkan
orang lain, tidak mampu mengatasi masalah dan senang berkhayal.
3. Ketidakmampuan menghadapi masalah
4. Tidak terpenuhinya kebutuhan
emosional, sosial dan spiritual.
5. Kurangnya dukungan sosial
UU No.5 tahun 1997
tentang psikotropika dan UU No.28 tahun 1997 tentang narkotika menyatakan :
· Penggunaan narkotika dan psikotropika
hanya boleh digunakan/dilakukan untuk kepentingan pengobatan/ilmu pengetahuan.
· Peredaran dan perdagangan narkotika
dan psikotropika diawasi secara ketat oleh pemerintah.
· Barang siapa yang menggunakan
narkoba/narkotika/psikotropika baik untuk diri sendiri maupun orang lain serta
mengedarkan /memperjualbelikannya dikenai sangsi hukum pidana berat yaitu
penjara dan denda.
b. Kekerasan
Kekerasan adalah
perbuatan keras yang merusak dan merugikan yang ditujukan kepada orang lain
atau benda milik orang lain. Kekerasan dilakukan dengan menggunakan kekuatan,
ancaman, atau paksaan, baik dengan alat maupun tanpa menggunakan alat.
Sebenarnya,
kekerasan juga dapat dilakukan terhadap diri sendiri, misalnya orang yang
meracuni diri sendiri dengan menggunakan zat apapun termasuk narkoba, selain
untuk tujuan pengobatan.
Merusak barang
berharga atau barang yang masih bisa dimanfaatkan, juga merupakan tindakan
kekerasan. Misalnya merusak bus, merusak telepon umum, dan mengotori dinding.
Tindakan-tindakan tersebut dapat merugikan orang lain. Anak-anak dan para
pegawai tidak dapat naik bus yang rusak, masyarakat tidak dapat berkomunikasi
menggunakan telepon umum, pemandangan kurang indah karena tembok penuh dengan
coretan. Belum lagi kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintah dan
masyarakat karena harus memperbaiki sarana tersebut.
Kekerasan membuat orang lain terganggu, tidak senang, merasa
tidak aman dan takut. Kekerasan juga dapat mengundang permusuhan, dendam dan
kebencian. Kekerasan bertentangan dengan hukum agama yang mengajarkan manusia
untuk saling mengasihi. Kekerasan merupakan pelanggaran terhadap kebebasan
seseorang dan hak asasi manusia yaitu hak seseorang untuk diperlakukan secara
manusiawi.
c. Demonstration effect
Selain itu, demonstration effect juga kerap melanda para remaja.
Demonstration effect adalah pola hidup yang memperlihatkan ketidaksesuaian
penampilan dengan keadaan yang sebenarnya. Hal tersebut dilakukan demi prestise
dan gengsi agar terlihat seolah-olah kaya, modern, atau maju (padahal keadaan
sebenarnya tidak demikian). Dampak negative dari demonstration effect ini
adalah timbulnya sikap sombong, angkuh, dan riya.
d. Merokok
Merokok telah menjadi budaya masyarakat. Sering kali kita sulit
menghindar untuk tidak merokok di tempat pesta, pertemuan, tempat umum, di
rumah dan ketika sedang sendirian.
Didalam rokok terdapat bahan yang terbuat dari tembakau yang
disebut nikotin. Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia yang dapat
merusak kesehatan. Kebiasaan merokok dapat memacu kinerja otak, menyebabkan
pening dan batuk, impotensi, jantung bekerja lebih cepat, gigi dan jari
berwarna cokelat, dan kerusakan paru-paru.
Penyebab kenakalan remaja secara sosiologis dapat dikarenakan
sebagi berikut :
1. Kurangnya perhatian dari orang tua.
2. Lingkungan yang kurang baik.
3. Akibat pergaulan bebas.
4. Kurangnya pemberian nilai dan kebenaran oleh orang tua.
5. Timbulnya organisasi-organisasi
nonformal yang berperilaku menyimpang sehingga tidak disukai masyarakat.
6. Timbulnya usaha-usaha untuk mengubah
keadaan yang disesuaikan dengan trend.
7. Broken home.
Cara memecahkan masalah kenakalan remaja antara lain
:
1. Orang tua harus mengawasi anaknya dan
melarang untuk pergi sampai larut malam dan juga menasehatinya.
Keuntungannya yaitu hubungan antara orang tua dengan anak
menjadi lebih dekat dan harmonis. Kerugiannya yaitu anak menjadi kuper (kurang
pergaulan), tidak memiliki banyak teman dan menjadi anak manja.
2. Memberikan siraman rohani dan
mengadakan pengajian.
Keuntungannya yaitu dapat mengerti, menyadari, dan memahami apa
saja yang tidak boleh dilakukan umat islam dan yang sebaiknya dilakukan oleh
umat islam untuk kebaikan di dunia maupun akhirat dengan mempelajari isi dan
kandungan ayat Al-Qur’an. Kerugiannya yaitu jika menggunakan cara ini tidak
sepenuhnya berhasil karena kadang kala ada orang yang susah sekali untuk
dibujuk ke jalan yang benar (keras kepala).
3. Melalui Pendidikan dan Pencegahan di
sekolah
Keuntungannya yaitu dapat membina para remaja untuk mencegah dan
mengurangi tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan tindak kekerasan
sehingga dapat tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif di sekolah.
Kerugiannya yaitu rasa cemas, khawatir, agresi dan ketakutan mudah
menular kepada peserta didik karena sering dalam proses pendidikan,
konflik-konflik psikis bawah sadar dari pihak pendidik yang ikut mempengaruhi
proses pendidikan.
Dari uraian diatas yaitu tentang cara memecahkan masalah
kenakalan remaja, kita dapat memilih cara yang paling baik untuk dilaksanakan
yaitu melaui pendidikan dan pencegahan di sekolah.
Cara melaksanakan Pendidikan dan Pencegahan di sekolah yaitu :
1. Pendekatan Informatif, yaitu dengan
memberikan informasi secara langsung mengenai dampak positif dan negatif dari
kenakalan remaja.
2. Pendekatan Afektif, yaitu pendekatan
yang dapat memberi dukungan pada kebutuhan mental-emosional remaja dengan cara
meningkatkan percaya diri dan penilaian diri.
3. Kegiatan Alternatif, yaitu dengan
mengikuti program pengembangan diri dan extra kurikuler di sekolah.
4. Latihan Keterampilan Kognitif, yaitu
melatih remaja mengelola situasi sehari-hari melalui pendekatan pemecahan
masalah dan curah pendapat serta dapat melatih cara menyesuaikan diri terhadap
stress, kecemasan dan tekanan dengan teknik cognitive coping skills dan
relaksasi.
5. Latihan Inokulasi Sosial, yaitu
pendekatan yang berorientasi pada pengaruh sosial dan memusatkan perhatiannya
pada keterampilan perilaku untuk menolak tekanan dan mengoreksi persepsi remaja
terhadap norma-norma sosial.
6. Latihan Ketermapilan Mengelola
Kehidupan Sehari-hari
Komponen
keterampilan personal :
a. Cara pengambilan keputusan untuk
mendorong pola pikir kreatif dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
b. Cara mengatasi kecemasan.
c. Dasar-dasar perubahan perilaku dan
memperbaiki diri
Komponen
keterampilan sosial :
a. Ketermapilan berkomunikasi secara
efektif.
b. Keterampilan sosial secara umum
meliputi interaksi sosial, ketermapilan berbicara dan keterampilan untuk member
penghargaan.
c. Keterampilan hubungan sosial antara
pria dan wanita
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan
penjelasan-penjelasan diatas , dapat disimpulkan bahwa kenakalan remaja
disebabkan oleh faktor ekonomi yaitu keterbatasan ekonomi dalam masyarakat,
faktor keluarga yaitu broken home (Ayah dan Ibu bercerai) dan hubungan keluarga
yang tidak harmois dan faktor sosial yaitu pengaruh lingkungan yang kurang
baik (lingkungan di sekolah, maupun lingkungan di
rumah). Untuk mengurangi kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba,
kekerasan, merokok, dan democration effect, diperlukan suatu bimbingan, program
pencegahan, dan evaluasi yang dapat memecahkan masalah kenakalan remaja.







0 comments:
Post a Comment